Salah satu esay yang pernah kubuat berjudul “menggugat damai. Kesadaran orang saat ini untuk peka terhadapa lingkungan sosial semakin berkurang. Seiring berkembangnya peradaban dan era digital yang terus mengkapitalisasi isi kepala manusia tak bisa dihindari. Permasalahan di dunia maya saat ini membutuhkan counter-counter positif untuk menetralisir keadaan yang sealu saja panas. “Keluarganesia” esay yang kubuat dua bulan yang lalu sudah dimuat dalam sebuah buku tentang perdamaian yang diterbitkan oleh kementrian pendidikan. Perdamaian menjadi tema penting dunia saat ini, usaha-usaha untuk melakukan sebuah perubahan mind-set manusia yang sudah terkonstruk oleh pemahaman global menjadi Pr bersama warga dunia. Perbedaan yang kita miliki saat ini merupakan anugerah yang diberikan tuhan untuk dijaga dan dilestarikan bukan malah saling menghancurkan satu sama lain. Bayangkan saja ketika kita manusia sama semua, adakah sesuatu yang special ? tidak aka nada sama sekali. Kenyata...
"Aku gelap, dalam bayangmu yang tak kunjung berlalu". Ada manusia yang terus terbelenggu oleh perasaan pada satu orang saja, entah kenapa pertanyaan tak pernah menuntu mengapa padaku. Jika ya menuntut tak ada jawaban yang bisa memmuaskannya. Berada dalam sebuah lingkaran kebingungan tak pernah membuatku ragu untuk tetap bertahan didalamnya, bukan karna aku tak mau keluar tapi aku memang tak tau cara untuk keluar.
Comments
Post a Comment